adik gua itu orangnya aneh. suatu hari dia tiba tiba nyuruh gua nyalain bluetooth. terus dia ngirim lagu orang malaysia judulnya kantoi. lagunya tuh kocak pake logat malaysia campur inggris. haha liriknya gini:
Lirik Lagu Kantoi - Zee Avi (Kokokaina)
Semalam I call you, you tak answer
You kata you keluar pergi dinner
You kata you keluar dengan kawan you
but when I called Tommy he said it wasn't true
So I drove my car pergi Damansara
Tommy kata maybe you tengok bola
Tapi bila I sampai... you, you tak ada
Lagi la I jadi gila
So I called and called sampai you answer
You kata sorry sayang tadi tak dengar
My phone was on silent, I was at the gym
Tapi latar belakang suara perempuan lain
Sudahlah sayang, I don't believe you
I've always known that your words were never true
Why am I with you?
I pun tak tahu
No wonder la my friends pun tak suka you
So I guess that's the end of our story
Akhir kata she accepted his apology
Tapi last-last kita dapat tahu she was cheating too
With her ex boyfriend's best friend, Tommy...
kalau mau tahu lagunya bisa donlot cari aja di gugel
Thursday, July 11, 2013
Ralat!
udah lama banget gua gak ngeblog. blog gua udah bak anak terlantar gini gak dikasih asupan yang bergizi. huk huk maafkan ibu nak.
jadi ini gara-gara gua suatu waktu sedang bernostalgia bersama keluarga. lalu gua teringat tentang ingatan gua yang samar-samar tentang pertemuan gua yang fantastis dengan buah kedondong yang gua ceritain di post gua yang berjudul "aku dan kedondong". yang belum baca, baca dulu gih. gara gara pingin tahu detail cerita itu, kayak pas umur berapa, di villa mana, gua nyeritain cerita itu ke ummi sambil nanya nyanya kalo ummi inget atau nggak. rupa rupanya ummi inget-inget gitu tapi agak lupa. jadi gua lanjutin ceritanya sampe ke bagian gua ketemu kedondong, rupanya cerita gua sangat tidak valid (valid apaan sih btw?). gini percakapannya:
gua: ituloh mi, yang aku nemu kedondong di sana terus sama temen ummi atau penjaga villa nya gitu-aku lupa- dikasih tahu caranya buka kedondong dijepit di pintu.
ummi: dijepit di pintu? masa kedondong dijepit di pintu? menyek dong isinya.
gua: loh emang biar menyet kan jadi dalemnya bisa dimakan tanpa perlu ngupas kulitnya.
ummi: setau ummi kedondong gak digituin deh bukanya. yang dijepit di pintu mah kecapi.
gua: *confused*
ummi: lagipula kayaknya gak ada kedondong deh. gak inget ummi.
gua: *tambah confused* terus aku ketemu kedondong di mana dong? terus siapa yang ngasih tahu kalo kedondong bukanya gitu ke aku dong?
ummi: gak tahu
gua: ih tapi itu villa yang itu kan? yang ada kayu kayunya? yang ada padang rumput luas yang kayak puri tua di kerajaan kerajaan gitu?
ummi: iya yang villa yang ada kayu kayunya. tapi gak tahu deh ada padang rumputnya atau nggak. ummi gak inget
gua: iya ada padang rumputnya yang aku sama khodi nangkep nangkepin belalang.
ummi: gak tahu deh ummi gak inget.
gua: *confused*
jadi gitu. kita sama sama gak inget tapi bedanya ingatan gua bercampur baur sedangkan ummi gua gak inget hampir semuanya.
tapi yang gua soroti di sini, dari cerita itu gua memahami bahwa gua -mungkin- punya tiga kesalahan di ingatan gua yaitu: 1) gua gak nemu kedondong di tempat itu. karena ummi gua yang dalam ingatan gua gua tanyain tentang kedondong pun gak inget kalo di sana ada kedondong. 2) cara buka kedondong bukan dijepit di pintu. jadi yang dijepit di pintu itu bukan kedondong tapi kecapi teman-teman. informasi buat yang belum tahu dan tersesatkan oleh tulisan gua. 3) gak ada orang yang ngasih tahu ke gua bahwa cara buka kedondong adalah seperti itu. karena gak akan ada orang dewasa-selain gua- yang akan ngasih tahu hal se-sesat itu tentang cara buka kedondong ke anak kecil.
hal lain yang gua sadari dari percakapan ini adalah ingatan gua amat sangat parah sampe nyampur nyampurin ingatan tentang gua pas kecil, buah kedondong, dan cara buka kecapi. rupanya ingatan gua sangat tidak bisa dipercaya dan gua jadi takut. gua takut gua menyesatkan orang orang karena ngasih tahu sesuatu yang salah dari ingatan gua. dan gua lebih takut lagi karena menyadari bahwa pertemuan gua dengan kedondong ternyata kebohongan ingatan gua sendiri. gua jadi takut karena gak bisa mengingat pertemuan gua yang sebenarnya dengan kedondong itu seperti apa. gua jadi takut dengan pikiran gua sendiri yang kemudian mencari cari tahu cerita sebenarnya tentang pertemuan gua dengan kedondong karena gua takut pertemuan gua dengan kedondong ternyata tidak seindah yang gua ingat.
bukan tentang kedondong lagi tapi gua juga jadi takut mempercayai ingatan gua tentang apapun. gimana kalo gua salah mengingat pertemuan pertama gua dengan orang lain? gimana kalo ingatan gua mencampur campurkan ingatan gua tentang orang lain? sebenarnya gua sempet takut kalo ingatan gua mencampurkan ingatan masa kecil gua dengan fiksi bahwa gua dilahirkan dan dibesarkan keluarga ini sejak awal padahal sebenarnya gua anak pungut, tapi untungnya pikiran itu segera terpatahkan karena gua inget gua punya akta kelahiran, ijazah tk sampe ijazah sma, oh iya, dan foto. gua punya foto dari lahir. fiuh. tapi pertemuan gua dengan orang lain kan gak direkam dengan akta atau ijazah. atau gua gak mungkin tiap ketemu orang baru minta direkam atau difoto.
peduli amat gua lupa atau nggak sama seseorang. yang gua takutkan tentang ingatan gua bukan itu, bukan tentang lupa. tapi gimana kalo gua jadi membenci atau mencintai seseorang karena ingatan gua mencampur adukkan pertemuan gua dengan fiksi atau mimpi seperti halnya otak gua membuat sebuah cerita bagus tentang pertemuan gua dengan kedondong? gua gak ngerti lagi
jadi ini gara-gara gua suatu waktu sedang bernostalgia bersama keluarga. lalu gua teringat tentang ingatan gua yang samar-samar tentang pertemuan gua yang fantastis dengan buah kedondong yang gua ceritain di post gua yang berjudul "aku dan kedondong". yang belum baca, baca dulu gih. gara gara pingin tahu detail cerita itu, kayak pas umur berapa, di villa mana, gua nyeritain cerita itu ke ummi sambil nanya nyanya kalo ummi inget atau nggak. rupa rupanya ummi inget-inget gitu tapi agak lupa. jadi gua lanjutin ceritanya sampe ke bagian gua ketemu kedondong, rupanya cerita gua sangat tidak valid (valid apaan sih btw?). gini percakapannya:
gua: ituloh mi, yang aku nemu kedondong di sana terus sama temen ummi atau penjaga villa nya gitu-aku lupa- dikasih tahu caranya buka kedondong dijepit di pintu.
ummi: dijepit di pintu? masa kedondong dijepit di pintu? menyek dong isinya.
gua: loh emang biar menyet kan jadi dalemnya bisa dimakan tanpa perlu ngupas kulitnya.
ummi: setau ummi kedondong gak digituin deh bukanya. yang dijepit di pintu mah kecapi.
gua: *confused*
ummi: lagipula kayaknya gak ada kedondong deh. gak inget ummi.
gua: *tambah confused* terus aku ketemu kedondong di mana dong? terus siapa yang ngasih tahu kalo kedondong bukanya gitu ke aku dong?
ummi: gak tahu
gua: ih tapi itu villa yang itu kan? yang ada kayu kayunya? yang ada padang rumput luas yang kayak puri tua di kerajaan kerajaan gitu?
ummi: iya yang villa yang ada kayu kayunya. tapi gak tahu deh ada padang rumputnya atau nggak. ummi gak inget
gua: iya ada padang rumputnya yang aku sama khodi nangkep nangkepin belalang.
ummi: gak tahu deh ummi gak inget.
gua: *confused*
jadi gitu. kita sama sama gak inget tapi bedanya ingatan gua bercampur baur sedangkan ummi gua gak inget hampir semuanya.
tapi yang gua soroti di sini, dari cerita itu gua memahami bahwa gua -mungkin- punya tiga kesalahan di ingatan gua yaitu: 1) gua gak nemu kedondong di tempat itu. karena ummi gua yang dalam ingatan gua gua tanyain tentang kedondong pun gak inget kalo di sana ada kedondong. 2) cara buka kedondong bukan dijepit di pintu. jadi yang dijepit di pintu itu bukan kedondong tapi kecapi teman-teman. informasi buat yang belum tahu dan tersesatkan oleh tulisan gua. 3) gak ada orang yang ngasih tahu ke gua bahwa cara buka kedondong adalah seperti itu. karena gak akan ada orang dewasa-selain gua- yang akan ngasih tahu hal se-sesat itu tentang cara buka kedondong ke anak kecil.
hal lain yang gua sadari dari percakapan ini adalah ingatan gua amat sangat parah sampe nyampur nyampurin ingatan tentang gua pas kecil, buah kedondong, dan cara buka kecapi. rupanya ingatan gua sangat tidak bisa dipercaya dan gua jadi takut. gua takut gua menyesatkan orang orang karena ngasih tahu sesuatu yang salah dari ingatan gua. dan gua lebih takut lagi karena menyadari bahwa pertemuan gua dengan kedondong ternyata kebohongan ingatan gua sendiri. gua jadi takut karena gak bisa mengingat pertemuan gua yang sebenarnya dengan kedondong itu seperti apa. gua jadi takut dengan pikiran gua sendiri yang kemudian mencari cari tahu cerita sebenarnya tentang pertemuan gua dengan kedondong karena gua takut pertemuan gua dengan kedondong ternyata tidak seindah yang gua ingat.
bukan tentang kedondong lagi tapi gua juga jadi takut mempercayai ingatan gua tentang apapun. gimana kalo gua salah mengingat pertemuan pertama gua dengan orang lain? gimana kalo ingatan gua mencampur campurkan ingatan gua tentang orang lain? sebenarnya gua sempet takut kalo ingatan gua mencampurkan ingatan masa kecil gua dengan fiksi bahwa gua dilahirkan dan dibesarkan keluarga ini sejak awal padahal sebenarnya gua anak pungut, tapi untungnya pikiran itu segera terpatahkan karena gua inget gua punya akta kelahiran, ijazah tk sampe ijazah sma, oh iya, dan foto. gua punya foto dari lahir. fiuh. tapi pertemuan gua dengan orang lain kan gak direkam dengan akta atau ijazah. atau gua gak mungkin tiap ketemu orang baru minta direkam atau difoto.
peduli amat gua lupa atau nggak sama seseorang. yang gua takutkan tentang ingatan gua bukan itu, bukan tentang lupa. tapi gimana kalo gua jadi membenci atau mencintai seseorang karena ingatan gua mencampur adukkan pertemuan gua dengan fiksi atau mimpi seperti halnya otak gua membuat sebuah cerita bagus tentang pertemuan gua dengan kedondong? gua gak ngerti lagi
Subscribe to:
Posts (Atom)