Saturday, October 6, 2012
dua kisah sedih
hiro, kucing manisku yang nakal meninggalkan keluarga kami saat fajar 16 agustus lalu. ia menarik nafas terakhirnya di hadapanku setelah sehari sebelumnya didiagnosis menderita leptospirosis. kata dokter ginjalnya bengkak hingga ia tidak mampu mengontrol bladder-nya dan pipis dalam tidur. ia terlihat payah tak mampu bergerak dan harus dicekoki unyuk menelan makanan cair dan susu. ia diam dengan mata terbuka lebar seperti biasanya seperti ingin bermain. kata dokter jika tiga hari kemudian hiro mampu bertahan, penyakitnya mungkin untuk disembuhkan.
kami begitu bersemangat mendengar kemungkinan itu. kami cekoki ia susu dan makanan cair juga obat. ia memberontak dengan lemah tapi kami ingin ia sembuh. setelah itu ia hanya diam dengan mata terbuka atau tidur dan pipis. kami ganti alas tidurnya yang basah berkali kali karena ia tak mampu untuk pergi ke kotak pasirnya. kami mengeluarkannya dari kotak tidurnya yang sempit karena nafasnya sesak dan berat. kadang ia merangkak dengan payah mencari tempat gelap untuk istirahat. kami senang ia bergerak. kami senang ia menelan obatnya dan memujinya juga mendorongnya dengan kata-kata penyemangat.
tapi rupanya Allah berkehendak lain dari yang kami inginkan. begitu berbeda dari yang kami harapkan. setelah sholat shubuh kami beri hiro makanan cair. kuangkat tubuhnya yang lemah ke pangkuan dan kubuka mulutnya. ku cekoki ia makanan. ia tidak memberontak tapi tidak juga menelan. makanan cairnya mengalir lagi dari sisi bibirnya. aku terus mencoba tapi hiro tetap tidak menelannya. kubersihkan ceceran makanannya yang mengotori sekitar mulutnya dan kuturunkan ia dari pangkuan ke lantai. tiba-tiba hiro terbatuk-batuk seperti tersedak. aku dan adikku panik. aku menepuk nepuk punggungnya dengan pelan. tapi ia tidak berhenti terbatuk-batuk dan malah sesak nafas. aku mulai memanggil manggil ummi dan abi dengan ketakutan.
ummi dan abi keluar kamar dengan bergegas setelah mendengar teriakanku. hiro semakin susah menarik nafas. berat sekali seperti ada yang mencekiknya. melihat keadaan hiro, abi langsung bergumam, "sekarat ya." mendengar gumaman abi aku langsung menangis histeris. adik-adikku juga ummi ikut menangis. tiba tiba hiro diam. aku ikut diam seperti menunggu nunggu keajaiban, tapi ia tetap tidak bergerak. lalu hiro tersentak bernafas lagi namun tidak lama hingga akhirnya ia menarik nafas panjang yang berat dan terdengar sangat memilukan hingga membuat tubuhnya mengeras mengejang lalu ia diam. tubuhnya yang kaku melonggar hingga akhirnya ia terbaring di situ, lemah tak bernyawa.
kami menangis meratapi kepergian hiro, meramaikan shubuh yang sepi. aku seperti biasa menangis dengan suara keras sambil memegangi mata dan mulut hiro agar mereka tertutup. aku benar benar merasa kecewa dengan hal ini. benar benar kecewa hingga ke awal-awalnya permasalahan ini. seharusnya hiro dibawa ke dokter lebih awal. seharusnya hiro tidak usah keluar keluar dari rumah. seharusnya sejak awal hiro tidak diperbolehkan keluar dari rumah. seharusnya...
ayu, sahabat cantikku yang cerewet meninggalkanku siang hari di 16 september lalu. ia menarik nafas terakhirnya ketika aku tengah berkutat mengerjakan tugas yang harus dikirim beberapa menit lagi. kala itu aku kesal setengah mati mengerjakan tugas yang hampir deadline dan tiba tiba sms dari seorang teman masuk. ia menyuruhku membaca twitt-nya tapi aku tidak begitu mempedulikannya karena sibuk dengan tugasku. tapi kemudian aku terdorong untuk mencari tahu.
aku membeku ketika berhasil menelusuri twitt janggal temanku. aku mendengus tak percaya (atau tak mau percaya?), tapi langsung menelfon nomor handphone ayu. dering terdengar beberapa kali bersahutan dengan degup jantung yang tanpa bisa ditahan frekuensinya menjadi dua kali lebih cepat. kemudian seseorang di seberang sana mngangkat telefon,
"yu?" sapaku.
"halo" jawab suara lelaki tak dikenal.
aku membeku dan sejenak seperti kehilangan denyut jantungku sendiri hingga akhirnya ia menemukan ritmenya lagi ketika suara pria di seberang sana menyapa lagi,
"halo?"
aku segera menjawab tapi yang keluar dari mulutku malah gagap,
"eh itu ayu. ayu mana? ayunya di mana?"
"halo?"
"halo?'
"halo?halo?"
"halo?!?!?"
aku menutup telfon dengan frustasi. aku kembali ke laptopku setelah sebelumnya menanyakan perihal tersebut lewat sms ke teman yang memberitahuku. kukirim tugasku dengan cepat tanpa mempedulikan kelengkapan isi dan langsung menelusuri lagi timeline orang yang membicarakan ayu. semakin aku menelusuri, informasinya semakin jelas, tapi aku tidak mau percaya begitu saja. kuhubungi lagi ponsel ayu,
"halo?" sapaku sambil berharap setengah mati kalau kali ini ayu akan menjawab dengan suara cemprengnya.
"halo." suara laki-laki yang tadi lagi.
aku tercekat sesaat tapi langsung menyambung dengan terbata-bata, menanyakan perihal ayu.
"jenazahnya sudah dibawa ke rumah sakit" jawab lelaki itu.
aku bengong, "oh iya. terimakasih" jawabku datar dengan pikiran-pikiran lain berkecamuk dalam otakku.
aku memutus sambungan telefon dan terduduk di kasur. tidak percaya. benar benar tidak percaya, tapi sebagian otakku yang lain mempercayainya dan membuat air mataku mengalir. aku langsung tersenggal karena menahan tangis, namun tetap tak kuasa hingga tangisku pecah jadi ratapan. satu persatu air mataku mengalir, susul menyusul satu sama lain. dan tangisanku meramaikan gedung kosanku yang lengang.
kemudian satu persatu orang orang menelfonku. menanyakan seratus kali pertanyaan yang sama, yang semuanya kujawab dengan tangisan. aku tak kuasa melisankan bahwa salah satu kawan terbaikku, ayu andriani telah tiada.
kutoleh ia yang sudah rapi terbungkus kain kafan, batik, dan tikar bambu. tak ada air mata yang keluar, sama persis seperti ketika aku mengantarkan kepergian orang-orang tercinta yang telah lebih dahulu meninggalkanku. aku kuat, setidaknya cukup kuat untuk menyembunyikan tangisku agar ia tidak terlalu berat meninggalkan kami. aku bahagia, setidaknya cukup bahagia memiliki orang-orang tercinta yang disayang Allah sehingga dipanggil mendahului kami. maka aku mengantarkan ia ke liang kuburnya tanpa tangis.
tapi tetap saja kepergiannya meninggalkan banyak kekecewaan. kekecewaan yang sama seperti saat kepergian orang-orang tercinta yang lain. begitu banyak penyesalan-penyesalan yang muncul. kenapa aku begitu menyia-nyiakan waktu bersamanya? kenapa aku tidak bisa mengungkapkan rasa sayangku padanya dengan wajar? kenapa aku tidak pernah membahagiakannya, malah membuatnya kesal? kenapa aku tidak berusaha lebih peduli pada cerita-ceritanya? kenapa aku menomorsatukan kemalasanku dibanding menghabiskan quality time bersamanya? KENAPA AKU MENOLAK AJAKANNYA UNTUK MEMPERINGATI HARI ULANG TAHUN YANG TERNYATA ULANG TAHUN TERAKHIRNYA??
namun semuanya terlalu terlambat untuk dapat diperbaiki lagi. ayu sudah pergi dari dunia ini. aku hanya bisa menyesali semuanya dalam-dalam dan terluka setiap kali teringat tentangnya..
kedua makhluk yang kucintai ini meninggalkanku benar benar dalam jangka waktu yang berdekatan. tepat satu bulan pada tanggal 16 agustus dan september. mengingat hal ini aku terus menerus berharap tidak akan kehilangan siapa-siapa lagi di 16 oktober mendatang..
Saturday, September 8, 2012
dewasa
dua tahun lagi usiaku dua puluh. dua puluh itu dewasa, dewasa itu dua puluh. kalau ingat-ingat hal itu, aku jadi semangat, tak sabar. ya, tak sabar rasanya jadi dewasa. ingin cepat cepat jadi besar, jadi apa yang aku inginkan.
kalau teman-temanku semuanya tak ingin cepat-cepat besar. mereka semuanya ingin kecil terus, tidak mau tua katanya. tidak mau bertanggung jawab katanya. aku juga tak mau itu. aku mau dewasa.
dewasa itu kan...dewasa. jadi tinggi, putih, cantik. sosok sempurna yang selalu ada dalam bayanganku. dewasa sekali. garis wajah bisa jadi begitu halus, seperti porselen. tubuh bisa begitu indah, seperti boneka barbie. dan, itu semua bisa menyembunyikan karat hati, kosongnya pikiran, dan busuknya jiwa. seperti punya topeng. sangat hebat sosok dewasa itu.
kalau sudah dewasa...bisa minum kopi. sudah nggak suka sama yang manis manis lagi. ajaib kan ya, dewasa itu? bisa meneguk pahit dengan perasaan nikmat. dan ingin minum lagi sesudahnya. kalau sudah dewasa nanti kan aku juga bisa minum kopi. iya kan? jadi mungkin saja aku juga akan merasa kalau tidak enaknya masalah adalah nikmat. tidak lagi-lagi inginnya senang terus. aku candu sengsara.
terus kalau sudah dewasa bisa coba permainan baru. tidak melulu main boneka, mobil-mobilan, atau rumah rumahan. aku sudah bosan sama permainan itu. ingin coba permainan orang dewasa. main 'orang-orangan', balap mobil sungguhan di jalanan, main rumah tangga sungguhan. ada juga permainan permainan menantang yang lain seperti main uang, main politik, atau main hati.
hebatnya lagi, dewasa itu berarti bebas. aku bisa melakukan apa saja sekehendakku. tidak ada lagi yang ngatur. tidak ada lagi yang larang. semuanya boleh. kalau aku suka, aku boleh lakukan, kalau tidak suka, aku boleh tidak lakukan. aku juga bisa bebas tidak bertanggung jawab. semua keputusan untuk diriku ada di tanganku.
terus, kalau sudah dewasa, aku nanti jadi kaya. bisa beli apa saja. apa saja. aku mau pesawat luar angkasa, aku bisa beli. aku mau wisata ke matahari, aku bisa pergi, aku mau pergi membeli semua baju di toko baju paling mahal di dunia, aku bisa buat orang-orang telanjang tak punya baju.
waktu itu magis. hanya tinggal dua tahun lagi, BAM! aku jadi dewasa. jadi seperti yang aku ceritakan tadi. aku akan jadi barbie, pecandu, player, bangsawan, dan milyuner sekaligus.
tapi sayang, dewasaku hanya imaji. dewasaku tak pernah jadi saksi, bahwa aku bertumbuh lagi.
aku malah akan jadi anak-anak. jadi anak yang berbakti, jadi anak yang sholehah, anak pintar, dan semua harapan tentang aku jadi kanak-kanak yang diucapkan orang-orang setiap hari ulang tahunku. aku akan tetap kanak-kanak.
yah, biarlah aku terus jadi anak-anak. semua senang aku jadi anak-anak terus. biarlah aku dewasa dalam khayalku. karena selama dewasaku hanya dalam pikiran, semoga dunia tidak jadi lebih buruk dari ini.
kalau teman-temanku semuanya tak ingin cepat-cepat besar. mereka semuanya ingin kecil terus, tidak mau tua katanya. tidak mau bertanggung jawab katanya. aku juga tak mau itu. aku mau dewasa.
dewasa itu kan...dewasa. jadi tinggi, putih, cantik. sosok sempurna yang selalu ada dalam bayanganku. dewasa sekali. garis wajah bisa jadi begitu halus, seperti porselen. tubuh bisa begitu indah, seperti boneka barbie. dan, itu semua bisa menyembunyikan karat hati, kosongnya pikiran, dan busuknya jiwa. seperti punya topeng. sangat hebat sosok dewasa itu.
kalau sudah dewasa...bisa minum kopi. sudah nggak suka sama yang manis manis lagi. ajaib kan ya, dewasa itu? bisa meneguk pahit dengan perasaan nikmat. dan ingin minum lagi sesudahnya. kalau sudah dewasa nanti kan aku juga bisa minum kopi. iya kan? jadi mungkin saja aku juga akan merasa kalau tidak enaknya masalah adalah nikmat. tidak lagi-lagi inginnya senang terus. aku candu sengsara.
terus kalau sudah dewasa bisa coba permainan baru. tidak melulu main boneka, mobil-mobilan, atau rumah rumahan. aku sudah bosan sama permainan itu. ingin coba permainan orang dewasa. main 'orang-orangan', balap mobil sungguhan di jalanan, main rumah tangga sungguhan. ada juga permainan permainan menantang yang lain seperti main uang, main politik, atau main hati.
hebatnya lagi, dewasa itu berarti bebas. aku bisa melakukan apa saja sekehendakku. tidak ada lagi yang ngatur. tidak ada lagi yang larang. semuanya boleh. kalau aku suka, aku boleh lakukan, kalau tidak suka, aku boleh tidak lakukan. aku juga bisa bebas tidak bertanggung jawab. semua keputusan untuk diriku ada di tanganku.
terus, kalau sudah dewasa, aku nanti jadi kaya. bisa beli apa saja. apa saja. aku mau pesawat luar angkasa, aku bisa beli. aku mau wisata ke matahari, aku bisa pergi, aku mau pergi membeli semua baju di toko baju paling mahal di dunia, aku bisa buat orang-orang telanjang tak punya baju.
waktu itu magis. hanya tinggal dua tahun lagi, BAM! aku jadi dewasa. jadi seperti yang aku ceritakan tadi. aku akan jadi barbie, pecandu, player, bangsawan, dan milyuner sekaligus.
tapi sayang, dewasaku hanya imaji. dewasaku tak pernah jadi saksi, bahwa aku bertumbuh lagi.
aku malah akan jadi anak-anak. jadi anak yang berbakti, jadi anak yang sholehah, anak pintar, dan semua harapan tentang aku jadi kanak-kanak yang diucapkan orang-orang setiap hari ulang tahunku. aku akan tetap kanak-kanak.
yah, biarlah aku terus jadi anak-anak. semua senang aku jadi anak-anak terus. biarlah aku dewasa dalam khayalku. karena selama dewasaku hanya dalam pikiran, semoga dunia tidak jadi lebih buruk dari ini.
Wednesday, August 8, 2012
kesengsaraan maba UI
gua seneng banget nih. keinginan gua dari dulu tercapai, yaitu masuk arsitek UI. gua tuh keukeuh banget gamau yang lain selain itu, jadinya pas tahu dapet tuh rasanya kayak mau mencret di tempat, kaget dan seneng banget *ganyambung analoginya*. gua tahu, tahu banget, kalau pilihan gua ini pasti bakal capek nantinya, sibuk, banyak tugas, tapi gua tetep keukeuh. padahal biasanya gua paling anti sama yang namanya tugas, tapi kalo demi arsi rasanya gua ga takut sibuk sama sekali.
tapi ternyata, semuanya di luar ekspektasi gua. ternyata semuanya ga semudah yang gua pikirkan. pertama, segalanya jauh. mau naik ojek terus pasti bakalan jadi boros. apalagi duit gua langsung ludes di hari kedua ngekos. tauk tuh buat apaan. jadinya gua ke mana mana mesti jalan kaki coba. bolak balik. okelah yang ini udah terlewati masalahnya. sekarang gua ngalahin nyokap nyokap jalan 10000 langkah anlene dan betis gua jadi kayak tales bogor kali.
tapi ada masalah kedua, segalanya harus sendiri. gua yang biasanya kalau mau makan udah dimasakin, mau beli sesuatu tinggal minta beliin, ke mana mana dianterin, sekarang harus sendiri. makan gua harus keluar dari kos gua yang jauh dari peradaban untuk ke warteg terdekat yang jalannya aja udah bikn betis mau meledak. mau beli kebutuhan ospek, gua harus jalan sendiri, beli pake duit sendiri, pokoknya nguras tenaga dan kantong banget dh. teruske mana mana gua juga jalan sendiri, gada yang nganter. malem malem pun jalan keluar kosan, gua sendiri! heran gua. kekuatan darimana yang gua dapatkan secara tiba tiba ini??
yaudah. pokoknya semua itu bisa teratasilah dengan pandai pandai manage waktu dan duit. malah kalau menurut gua tugas ospek belum berat berat amat. masih wajarlah. tapi ada faktor internal yang memperburuk situasi yang gua hadapi ini, yaitu PIKUN. nih gua ceritain aja ya pengalaman gua tiga hari terakhir ini.
hari senin, ada tugas dari senior departemen arsi buat bawa foto 2x3 3 lembar sama foto kopi KTP 2 lembar. nah, gua udah merencanakan dengan matang tuh time management gua buat hari itu soalnya ada tugas tugas lainnya. pulang dari OBM (orientasi belajar mahasiswa) dan ngumpul arsi, gua langsung pulang ke kutek. karna ujan, awalnya gua sama There nunggu bikun. tapi sumpah bikun datengnya banget banget lama sehingga gua gatahan dan akhirnya gua sama There pulang ke kutek jalan kaki sambil payungan berdua. pokoknya india banget deh tuh. udah sampe kutek, gua ujan ujanan aja mau nyetak foto karna seinget gua foto 23 gua udah abis sementara There pulang ke kosannya.
nah, gua kasih kan tuh flashdisk gua minta cetakin foto ke mbak mbaknya. abis itu gua pikir sekalian aja fotokopi KTP. nah pas gua buka dompet, ternyata eh ternyata KTP gua ga ada dan foto 2x3 3 lembar ADA.. gua langsung kayak kuguifgkuagfuiafjbaukcuejfbauffjb. apabanget coba, rugi dong gua melakukan ini semua. akhirnya selesai nyetak foto gua ke kosan sambil nginget nginget ktp gua taroh mana. eh pas nyampe kosan, gua yang lagi panik nyariin ktp menyadari kalau flashdisk gua ga ada.. gua membeku sesaat lalu menyadari kalau fd gua ketinggalan di fotokopian tadi. anjir gua langsung keluar lagi ke foto kopian tadi sambil masih memakai baju yang basah kuyup dan masih hujan gerimis kecil kecil gitu. udah gua kasih tahu kan kosan gua jauh dari peradaban jadnya gua harus jalan cukup lama sambil mencemaskan ktp gua yang raib juga. akhirnya gua telfonlah si prily dan gua nangis -___- menangisi kebegoan gua sendiri yang kelupaan flashdisk di situ. pas jalan gua ketemu Atun temen smp. gua sapalah dia dengan masih berurai air mata,
"atun! nyebelin banget sih lu!"
ganyambung emang sapaannya. maklumlah orang lagi bingung. ckck. terus gua lanjut ke fotokopian dan nanya ke mbak mbaknya sambil nangis. untung fdnya disimpenin. akhirnya gua mesem mesem. terus balik kan ke kosan. gua bongkarlah tuh kamar dan segala isinya nyari ktp. ga ada ada juga. terus entah dapet ilham dari mana gua membuka laci lemari. ternyata di situ ada amplop bank gua dan ada ktpnyaaaa -_____- akhirnya gua jalan lagi sodara sodara untuk ngopi ktp -____-
hari selasanya, ada tugas bukin buku tugas dan bawa sketch book a3 dan bawa kardus. gua gapunya semuanya, akhirnya gua sama There memutuskan untuk belanja ke kober. nah itu kan udah sore banget tuh jam 5. gua belum sholat ashar. tapi gua pikir cuman bentar akhirnya kita ke kober aja. eh ternyata bok sketch book a3 di kober udah dibabat semua hari kemarinnya -___- gua sama There nyari nyari sampe ke jalan margonda kaa nemu nemu. buset deh. dan itu udah mau maghrib. akhirna kita memutuskan untuk ke detos nyari a3 nya. tapi gua sholat ashar dulu di masjid UI terus buka puasa terus sholat maghrib, baru deh caw ke detos.
di detos, kita gece ke toko bukunya, dan akhirnya dapeeeeet. waa. rasanya tuh penderitaan berakhir banget. dan gua dengan tampang melas minta kardus bekas ke mas mas toko bukunya dan akhirnya dicariin buat kita berdua. pokoknya setelah perjalanan panjang dengan berjalan kaki, kita berhasil mendapatkan semua yang disuruh bawa. dan karna udah gempor banget, kita pulang naik ojek. nyampe kosan gua langsung gece bikin buku tugas dan cepet cepet ngejilid lalu tidur.
besok paginya, yaitu tadi pagi, ternyata itu sketch book kaga kepake -___- gondok banget udah disuruh bawa juga. berat tauk. mana kardus gua juga gakepake as gamesnya. akhirnya gua bawa pulang lagi. gua bawa bawa nyari kontrakan buat basecamp seangkatan. akhirnya kita nemu yang sreg di negri antah baerantah, terus pulang ke kosan masing masing. sebelum ke kosan, gua buka puasa dulu di warteg pake cola. nah sat itu gua smsan sama nyokapnya prily. kata beliau,
"wah gak kaget tuh perutnya langsung minum cola?"
nah itu sms tepat banget dateng pas gua lagi menyadari kalau ada yang tidak beres dengan bawaan gua. ternyata teman teman, sketchbook gua yang gua beli dengan bela belain keliling kober, jalan margonda dan akhirnya ke detos sampe malem, ga ada di tangan gua -___- bersama kardus yang katanya buat tugas itu. kaget beneranlah gua -___- baru dibeli kemarin dngan penuh perjuangan, belum digores pensil apapun, dan sekarang udah iang aja.
gua inget, gua terakhir kali meninggalkannya di kontrakkan tadi yang kelompok gua tandangi. akhirnya gua coba menulusuri jalan pulang tadi dan gua malah tersesat di negeri antah berantah. gua ga ngerti di mana letak kontrakan tadi dan gua sama sekali ga mengenali jalan apalagi hari udah gelap dan gua cuman sendirian. gua nelfon temen sekelompok gua untuk minta nomer ibu kontrakan tadi, tapi yang satu katanya nomernya salah, yang satu gapunya nomer temen yang punya nomer ibu kontrakan itu, yang satu masuk ke mailbox, yang satu langsung mati, dan yang satunya lagi gua gapunya nomernya. akhirnya gua nelfon orang yang sama sekali gaada sangkut pautnya sama masalah gua ini, prily. terus gua curhat tentang kebodohan gua itu.
kata prily,
"coba tanya sama orang"
akhirnya gua tanya sama orang yang lewat,
"mbak, tahu komplek itu gak?"
"komplek apa?" tanya mbaknya
"gatau namanya -___-" jawab gua.
gua liat muka mbak mbaknya kayak udah mau ngakak. menurut gua dia pasti mikir, ini orang niat nanya apa modus sih. soalnya mbak mbaknya cantik bro. pokoknya setelah mbak mbak itu nanya nanyain tentang komplek yang gua cari dan jawaban gua gatau semua, gua nyerah dan meninggalkan mbak mbak itu. terus gua memutuskan untuk nyari jalan pulang aja.
nah, sampe di kosan, gua mau sholat maghrib. eh pas buka tas untuk ngambil mukena (karna mukena selalu gua bawa), mukena gua raib ternyata -___-. yaampun gua ini pikun apa gimana sih semua barang aja ketinggalan. gua ceritain lagi ke prily, terakhir kali gua pake di perpus UI tadi siang. eh dia berbaik hati nyariin dan akhirnya ketemu tuh di mushola perpus.
terus gua mikir, ternyata gua capek bukan karna tugas bejibun atau apa. tapi karna kebegoan gua sendiri gua jadi bolak balik berkali kali dan capek mental sendiri -_____-
tapi ternyata, semuanya di luar ekspektasi gua. ternyata semuanya ga semudah yang gua pikirkan. pertama, segalanya jauh. mau naik ojek terus pasti bakalan jadi boros. apalagi duit gua langsung ludes di hari kedua ngekos. tauk tuh buat apaan. jadinya gua ke mana mana mesti jalan kaki coba. bolak balik. okelah yang ini udah terlewati masalahnya. sekarang gua ngalahin nyokap nyokap jalan 10000 langkah anlene dan betis gua jadi kayak tales bogor kali.
tapi ada masalah kedua, segalanya harus sendiri. gua yang biasanya kalau mau makan udah dimasakin, mau beli sesuatu tinggal minta beliin, ke mana mana dianterin, sekarang harus sendiri. makan gua harus keluar dari kos gua yang jauh dari peradaban untuk ke warteg terdekat yang jalannya aja udah bikn betis mau meledak. mau beli kebutuhan ospek, gua harus jalan sendiri, beli pake duit sendiri, pokoknya nguras tenaga dan kantong banget dh. teruske mana mana gua juga jalan sendiri, gada yang nganter. malem malem pun jalan keluar kosan, gua sendiri! heran gua. kekuatan darimana yang gua dapatkan secara tiba tiba ini??
yaudah. pokoknya semua itu bisa teratasilah dengan pandai pandai manage waktu dan duit. malah kalau menurut gua tugas ospek belum berat berat amat. masih wajarlah. tapi ada faktor internal yang memperburuk situasi yang gua hadapi ini, yaitu PIKUN. nih gua ceritain aja ya pengalaman gua tiga hari terakhir ini.
hari senin, ada tugas dari senior departemen arsi buat bawa foto 2x3 3 lembar sama foto kopi KTP 2 lembar. nah, gua udah merencanakan dengan matang tuh time management gua buat hari itu soalnya ada tugas tugas lainnya. pulang dari OBM (orientasi belajar mahasiswa) dan ngumpul arsi, gua langsung pulang ke kutek. karna ujan, awalnya gua sama There nunggu bikun. tapi sumpah bikun datengnya banget banget lama sehingga gua gatahan dan akhirnya gua sama There pulang ke kutek jalan kaki sambil payungan berdua. pokoknya india banget deh tuh. udah sampe kutek, gua ujan ujanan aja mau nyetak foto karna seinget gua foto 23 gua udah abis sementara There pulang ke kosannya.
nah, gua kasih kan tuh flashdisk gua minta cetakin foto ke mbak mbaknya. abis itu gua pikir sekalian aja fotokopi KTP. nah pas gua buka dompet, ternyata eh ternyata KTP gua ga ada dan foto 2x3 3 lembar ADA.. gua langsung kayak kuguifgkuagfuiafjbaukcuejfbauffjb. apabanget coba, rugi dong gua melakukan ini semua. akhirnya selesai nyetak foto gua ke kosan sambil nginget nginget ktp gua taroh mana. eh pas nyampe kosan, gua yang lagi panik nyariin ktp menyadari kalau flashdisk gua ga ada.. gua membeku sesaat lalu menyadari kalau fd gua ketinggalan di fotokopian tadi. anjir gua langsung keluar lagi ke foto kopian tadi sambil masih memakai baju yang basah kuyup dan masih hujan gerimis kecil kecil gitu. udah gua kasih tahu kan kosan gua jauh dari peradaban jadnya gua harus jalan cukup lama sambil mencemaskan ktp gua yang raib juga. akhirnya gua telfonlah si prily dan gua nangis -___- menangisi kebegoan gua sendiri yang kelupaan flashdisk di situ. pas jalan gua ketemu Atun temen smp. gua sapalah dia dengan masih berurai air mata,
"atun! nyebelin banget sih lu!"
ganyambung emang sapaannya. maklumlah orang lagi bingung. ckck. terus gua lanjut ke fotokopian dan nanya ke mbak mbaknya sambil nangis. untung fdnya disimpenin. akhirnya gua mesem mesem. terus balik kan ke kosan. gua bongkarlah tuh kamar dan segala isinya nyari ktp. ga ada ada juga. terus entah dapet ilham dari mana gua membuka laci lemari. ternyata di situ ada amplop bank gua dan ada ktpnyaaaa -_____- akhirnya gua jalan lagi sodara sodara untuk ngopi ktp -____-
hari selasanya, ada tugas bukin buku tugas dan bawa sketch book a3 dan bawa kardus. gua gapunya semuanya, akhirnya gua sama There memutuskan untuk belanja ke kober. nah itu kan udah sore banget tuh jam 5. gua belum sholat ashar. tapi gua pikir cuman bentar akhirnya kita ke kober aja. eh ternyata bok sketch book a3 di kober udah dibabat semua hari kemarinnya -___- gua sama There nyari nyari sampe ke jalan margonda kaa nemu nemu. buset deh. dan itu udah mau maghrib. akhirna kita memutuskan untuk ke detos nyari a3 nya. tapi gua sholat ashar dulu di masjid UI terus buka puasa terus sholat maghrib, baru deh caw ke detos.
di detos, kita gece ke toko bukunya, dan akhirnya dapeeeeet. waa. rasanya tuh penderitaan berakhir banget. dan gua dengan tampang melas minta kardus bekas ke mas mas toko bukunya dan akhirnya dicariin buat kita berdua. pokoknya setelah perjalanan panjang dengan berjalan kaki, kita berhasil mendapatkan semua yang disuruh bawa. dan karna udah gempor banget, kita pulang naik ojek. nyampe kosan gua langsung gece bikin buku tugas dan cepet cepet ngejilid lalu tidur.
besok paginya, yaitu tadi pagi, ternyata itu sketch book kaga kepake -___- gondok banget udah disuruh bawa juga. berat tauk. mana kardus gua juga gakepake as gamesnya. akhirnya gua bawa pulang lagi. gua bawa bawa nyari kontrakan buat basecamp seangkatan. akhirnya kita nemu yang sreg di negri antah baerantah, terus pulang ke kosan masing masing. sebelum ke kosan, gua buka puasa dulu di warteg pake cola. nah sat itu gua smsan sama nyokapnya prily. kata beliau,
"wah gak kaget tuh perutnya langsung minum cola?"
nah itu sms tepat banget dateng pas gua lagi menyadari kalau ada yang tidak beres dengan bawaan gua. ternyata teman teman, sketchbook gua yang gua beli dengan bela belain keliling kober, jalan margonda dan akhirnya ke detos sampe malem, ga ada di tangan gua -___- bersama kardus yang katanya buat tugas itu. kaget beneranlah gua -___- baru dibeli kemarin dngan penuh perjuangan, belum digores pensil apapun, dan sekarang udah iang aja.
gua inget, gua terakhir kali meninggalkannya di kontrakkan tadi yang kelompok gua tandangi. akhirnya gua coba menulusuri jalan pulang tadi dan gua malah tersesat di negeri antah berantah. gua ga ngerti di mana letak kontrakan tadi dan gua sama sekali ga mengenali jalan apalagi hari udah gelap dan gua cuman sendirian. gua nelfon temen sekelompok gua untuk minta nomer ibu kontrakan tadi, tapi yang satu katanya nomernya salah, yang satu gapunya nomer temen yang punya nomer ibu kontrakan itu, yang satu masuk ke mailbox, yang satu langsung mati, dan yang satunya lagi gua gapunya nomernya. akhirnya gua nelfon orang yang sama sekali gaada sangkut pautnya sama masalah gua ini, prily. terus gua curhat tentang kebodohan gua itu.
kata prily,
"coba tanya sama orang"
akhirnya gua tanya sama orang yang lewat,
"mbak, tahu komplek itu gak?"
"komplek apa?" tanya mbaknya
"gatau namanya -___-" jawab gua.
gua liat muka mbak mbaknya kayak udah mau ngakak. menurut gua dia pasti mikir, ini orang niat nanya apa modus sih. soalnya mbak mbaknya cantik bro. pokoknya setelah mbak mbak itu nanya nanyain tentang komplek yang gua cari dan jawaban gua gatau semua, gua nyerah dan meninggalkan mbak mbak itu. terus gua memutuskan untuk nyari jalan pulang aja.
nah, sampe di kosan, gua mau sholat maghrib. eh pas buka tas untuk ngambil mukena (karna mukena selalu gua bawa), mukena gua raib ternyata -___-. yaampun gua ini pikun apa gimana sih semua barang aja ketinggalan. gua ceritain lagi ke prily, terakhir kali gua pake di perpus UI tadi siang. eh dia berbaik hati nyariin dan akhirnya ketemu tuh di mushola perpus.
terus gua mikir, ternyata gua capek bukan karna tugas bejibun atau apa. tapi karna kebegoan gua sendiri gua jadi bolak balik berkali kali dan capek mental sendiri -_____-
Wednesday, June 27, 2012
freedom
hiro_2 tahun 9 bulan
waktu pertama kali hiro dibawa pulang ke rumah, 2 tahun 7 bulan lalu, hiro masihlah seekor kucing mungil yang polos dan menyenangkan. dia sangat lincah dan suka bermain. ia tidak bisa diam barang sedikit saja di dalam pelukan. lalu ia tumbuh besar dan mulai puber dan semuanyya berantakan.
seperti anak puber pada umumnya, hiro jadi tidak bisa diatur. dia kencing sembarangan di setiap sudut rumah untuk menandai wilayah teritorinya. ia jadi sering memaksa untuk keluar rumah. setiap pintu dibuka, ia langsung berlari menuju pintu mencoba kabur. kadang-kadang berhasil dan ia tidak pulang berhari hari. pulang-pulang badannya kurus, bulu-bulunya kotor oleh tanah dan ia babak belur karena berantem dengan kucing liar.
pada awalnya, kami semua miris melihat hiro yang pulang dalam keadaan seperti itu. karenanya kami terus berusaha mengurung ia di rumah. tapi semakin kami berusaha, hiro semakin ingin kabur. tampaknya yang kami lihat sebagai hal yang baik untuknya tidak baik baginya. ia menginginkan kebebasan. ia senang dengan keadaannya itu. ia bisa berantem dengan pejantan lain, kawin sana sini, dan pulang sesuka hati. itu panggilan hatinya sebagai makhluk merdeka.
akhirnya kami sadar itulah yang dia inginkan. kami mengikhlaskannya pergi bertualang sesuka hati. ia sudah besar, ia tahu yang terbaik baginya. ia pulang ketika lapar dan lelah, dan pergi lagi ketika ingin. kami tidak mencegahnya, ia dewasa. ia menghidupi hidupnya.
kira kira ini jugalah yang dirasakan remaja yang beranjak dewasa seperti kita. tapi kita bukanlah hewan yang tidak punya aturan. kita punya kebebasan yang bertanggung jawab. setiap kebebasan kita ada yang harus dipertanggung jawabkan. maka dari itu kita punya agama, kita mendengarkan nasihat, kita mengikuti peraturan, dan memperhatikan arahan. itu semua agar kita terhindar dari hal-hal yang akan merugikan kita di kemudian hari. mungkin saat iini kita merasakan tidak ada ruginya. tapi hidup berputar dan apa yang kita kerjakan sekarang punya konsekuensi di kemudian hari.
hiduplah dengan bebas, tapi batasi sendiri kebebasanmu. you know yourself best.
Subscribe to:
Posts (Atom)




