dua tahun lagi usiaku dua puluh. dua puluh itu dewasa, dewasa itu dua puluh. kalau ingat-ingat hal itu, aku jadi semangat, tak sabar. ya, tak sabar rasanya jadi dewasa. ingin cepat cepat jadi besar, jadi apa yang aku inginkan.
kalau teman-temanku semuanya tak ingin cepat-cepat besar. mereka semuanya ingin kecil terus, tidak mau tua katanya. tidak mau bertanggung jawab katanya. aku juga tak mau itu. aku mau dewasa.
dewasa itu kan...dewasa. jadi tinggi, putih, cantik. sosok sempurna yang selalu ada dalam bayanganku. dewasa sekali. garis wajah bisa jadi begitu halus, seperti porselen. tubuh bisa begitu indah, seperti boneka barbie. dan, itu semua bisa menyembunyikan karat hati, kosongnya pikiran, dan busuknya jiwa. seperti punya topeng. sangat hebat sosok dewasa itu.
kalau sudah dewasa...bisa minum kopi. sudah nggak suka sama yang manis manis lagi. ajaib kan ya, dewasa itu? bisa meneguk pahit dengan perasaan nikmat. dan ingin minum lagi sesudahnya. kalau sudah dewasa nanti kan aku juga bisa minum kopi. iya kan? jadi mungkin saja aku juga akan merasa kalau tidak enaknya masalah adalah nikmat. tidak lagi-lagi inginnya senang terus. aku candu sengsara.
terus kalau sudah dewasa bisa coba permainan baru. tidak melulu main boneka, mobil-mobilan, atau rumah rumahan. aku sudah bosan sama permainan itu. ingin coba permainan orang dewasa. main 'orang-orangan', balap mobil sungguhan di jalanan, main rumah tangga sungguhan. ada juga permainan permainan menantang yang lain seperti main uang, main politik, atau main hati.
hebatnya lagi, dewasa itu berarti bebas. aku bisa melakukan apa saja sekehendakku. tidak ada lagi yang ngatur. tidak ada lagi yang larang. semuanya boleh. kalau aku suka, aku boleh lakukan, kalau tidak suka, aku boleh tidak lakukan. aku juga bisa bebas tidak bertanggung jawab. semua keputusan untuk diriku ada di tanganku.
terus, kalau sudah dewasa, aku nanti jadi kaya. bisa beli apa saja. apa saja. aku mau pesawat luar angkasa, aku bisa beli. aku mau wisata ke matahari, aku bisa pergi, aku mau pergi membeli semua baju di toko baju paling mahal di dunia, aku bisa buat orang-orang telanjang tak punya baju.
waktu itu magis. hanya tinggal dua tahun lagi, BAM! aku jadi dewasa. jadi seperti yang aku ceritakan tadi. aku akan jadi barbie, pecandu, player, bangsawan, dan milyuner sekaligus.
tapi sayang, dewasaku hanya imaji. dewasaku tak pernah jadi saksi, bahwa aku bertumbuh lagi.
aku malah akan jadi anak-anak. jadi anak yang berbakti, jadi anak yang sholehah, anak pintar, dan semua harapan tentang aku jadi kanak-kanak yang diucapkan orang-orang setiap hari ulang tahunku. aku akan tetap kanak-kanak.
yah, biarlah aku terus jadi anak-anak. semua senang aku jadi anak-anak terus. biarlah aku dewasa dalam khayalku. karena selama dewasaku hanya dalam pikiran, semoga dunia tidak jadi lebih buruk dari ini.
No comments:
Post a Comment