sebetulnya sudah telat nulis tentang ini sekarang, karena kejadiannya sudah agak lama, sekitar 6 minggu yang lalu. but I think it's worth to write and share, barang kali bisa bikin bapak-ibu sekalian iri. haha ga deng. maksudnya semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman gue ini.
21 April lalu, terlambat setengah jam gue tiba di bandara. gate D2 saat itu sudah dipenuhi teman-teman peserta Jenesys 2.0 8th batch: Urban Engineering and City Planning yang akan bersama sama terbang ke Narita malam itu. ya, gue dan 95 peserta terpilih (sok sok terpilih) lainnya serta 4 orang supervisor akan berangkat ke Jepang. rasanya? kayak mimpi kali ya? pasalnya, gue nggak usaha apa-apa, tetiba udah berangkat aja ke Jepang. abi yang mendaftarkan gue ikut program ini yang diadakan oleh JICE kerjasama dengan Ristek. Alhamdulillah, dari 800 aplikan, gue dan 10 temen seangkatan-sejurusan-sestudio terpilih untuk mengikuti program tersebut. sejak pengumuman hingga sebelum keberangkatanlah masa-masa studio terbengkalai sebab kami pada ngomongin Jepang mulu gak sabaran kepingin berangkat.
Program Jenesys ini biaya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah Jepang kecuali uang jajan, fasilitas yang diberikan juga sangat bagus, mulai dari pesawat yang dinaiki (JAL: Japan Airlines), bis yang mengantar kami setiap hari dari satu lokasi ke lokasi lain, hotel mewah, dan pengalaman naik shinkansen yang harga tiketnya bila dirupiahkan bisa mencapai 1 juta. makanya kami semua merasa seperti menang lotre (gapenting).
sekitar pukul 10 kami masuk pesawat. sialnya, sementara teman-teman lain duduk saling bersebelahan, gue duduk bersebelahan dengan bapak-bapak Jepang jadi selama perjalanan gak ada teman ngobrol (gapenting juga sih, soalnya gue tidur sepanjang penerbangan. maklum udah jam-jam tidur). tapi lucunya, gue dapet kursi di sebelah emergency exit. sebelum perjalanan, seorang pramugari mengajak gue mengobrol. kami ngobrol asyik banget, eh, ujung-ujungnya si pramugari ngejelasin ke gue kalo orang yang duduk di dekat emergency exit saat darurat harus menolong pramugari mengevakuasi penumpang, menunjukan arah keluar, dan memastikan penumpang sudah keluar semua. wah.... langsung telen ludah. untungnya tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan. di pesawat inilah gue mencicipi keramahan orang Jepang untuk pertama kalinya yaitu dari bapak-bapak Jepang di sebelah gue, beliau membantu gue ketika gue kesulitan meng-adjust televisi dan membukakan plastik headphone gue.
sunrise dari jendela pesawat
tiba di bandara Narita sekitar pukul 7 waktu setempat, kami langsung mengupdate path guna membuat iri teman teman jurusan arsitektur di Indonesia yang hari itu jadwalnya display. kemudian kami dibagi menjadi 4 kelompok dan diberikan tag untuk koper dan tas agar tidak hilang. lalu kami langsung diangkut dengan bis menuju Tokyo East 21 Hotel. kami berkumpul di aula untuk mengikuti orientasi, kemudian kami berjalan-jalan di sekitar kawasan hotel sebelum jam makan malam.
setelah makan malam yang penuh dengan karbo, kami langsung cabut ke shibuya dengan subway. di sana gue pertama kalinya beli tiket dengan mesin, awalnya bingung banget gimana caranya tapi ternyata mudah dimengerti.
tiket kereta unyu
di shibuya kami tidak membeli apa-apa karena kami sibuk mencari koper untuk teman kami yang kopernya rusak. lagipula waktusangat mepet karena diberlakukan jam malam yaitu jam 10 sehingga kami tidak sempat membeli apa-apa lagi. padahal di shibuya banyak kios kios yang menjua sepatu sepatu keren dan murah.
hari berikutnya, kami berangkat ke Sendai untuk mengunjungi Tohoku Institute of Technology. kami berangkat dari hotel dengan bis menuju stasiun tokyo (tokyo eki) kemudian menaiki shinkansen dan turun di sendai station.
di depan tokyo station
terus kita dibawa ke restoran yang bagus banget tamannya, dan makanannya................huekk. makanannya makanan ala Jepang full course dengan tampang menggiurkan tapi ternyata rasanya agak agak menjijikkan. yang paling parah sih terongnya, emang gue dasarna gak suka terong tapi akhirnya masuk semua itu makanan lengkap ke perut.
taman indah di depan restoran
makanan serigala berbulu domba (but the miso soup, zunda mochi, and the seasoned rice was good :9)
terus kami dianter lagi dengan bis ke Tohoku Institute of Technology. di sepanjang perjalanan banyak banget pohon sakura, sementara di tokyo jarang sekali kelihatan sakura, sehingga kami (gue aja kali) sangat norak. anyway, di T.I.T, kami disajikan ceramah drai profesor sana dan beberapa alumni mahasiswa sana, kemudian kami diajak mengelilingi lab dan studio T.I.T. teknologi yang digunakan di dalam lab sangat canggih, ada teknologi yang menghasilkan gelombang untuk mensimulasikan tsunami, simulasi gempa terhadap bangunan tinggi dan jembatan, dan lain-lain. studio pameran karya mahasiswa arsitekturnya penuh dengan karya-karya terbaik yang, WOW, bagus banget. mereka mengerjakan maket berukuran besar dengan kedetailan tidak tanggung-tanggung. masa parkiran sepeda dibikin sepedanya satu satu -_- dan lebih WOW nya lagi, ketika ditanya tentang begadang, mereka bilang mereka cukup tidur.
seminar
eksperimen kekuatan jembatan
pengolahan air limbah
beberapa maket super
salam dari T.I.T :)
setelah itu kami diantar ke hotel. di hotel sendai disediakan ayam halal sehingga gue langsung ngambil banyak dalam rangka pembalasan dendam makan vegetarian mulu dua hari terakhir. setelah makan gue dan teman-teman jalan-jalan sampai ke depan stasiun sendai untuk membeli souvenir. tapi gua ngak menemukan souvenir yang menarik karena toko-tokonya udah pada tutup. haha akhirnya pulang membawa satu gantungan one piece kalo gak salah luffy apa chopper gitu lupa dan foto:
besoknya, kami naik bis menuju kitakata. perjalanannya sekitar satu setengah jam dan di tengah perjalanan kami mampir di rest area. di sana gue pipis, foto-foto sama jajan eskrim enak banget, saat itu cuaca dingin, dingin dibayar dengan dingin!
foto di depan kedai unyu
es krim enak
pemandangan di perjalanan
sesampainya di Kitakata, kami disambut oleh spanduk selamat datang. kemudian kami diberikan ceramah mengenai kura. kura adalah banguan khas daerah Kitakata, sebenarnya tidak hanya ada di Kitakata, tapi di sana terdapat banyak sekali kura yang dilestarikan. kura merupakan bangunan tempat penympanan yang dapat sekaligus menjadi tempat tinggal. kura dibuat dari kerangka kayu dan dilapisi tanah sangat tebal dan didesain tertutup sehingga tahan api dan apabila yterjadi gempa efekna minim. kenapa kura dibuat? karena pada zaman dahulu sering terdapat perang dan pembakaran rumah-rumah sehingga dibuatlah bangunan kura yang tahan api.
kura
kiri: gajelas, kanan: jendela kura yang daun jendelanya tebel banget
setelah berkeliling melihat kura, kami pindah ke penginapan. penginapan di Kitakata yang kami tempati merupakan penginapan tradisional, di mana kamarnya memakai tatami dan tidur dengan futon, juga terdapat onsen. bagi yang cowok, kamarnya tidak terdapat kamar mandi sehingga harus berendam di onsen. biasanya sebelum makan malam, orang jepang mandi terlebih dahulu dan setelah berganti pakaian barulah makan. tapi gue belum mandi langsung aja ganti pakaian memakai yukata yang disediakan oleh hotel. kemudian kami makan bersama sama di aula dengan meja kecil dan duduk di bantal duduk. makanan di Kitakata enak sekali, terutama dessertnya itu...... yumm.
kamar hotel
makan malam di kitakata
memakai yukata
esok harinya kami diajak berkeliling kota kitakata lagi melihat lihat banguna nkura yang dilestarikan yang dijadikan toko toko. ada jalan di jepang terdapat teknologi yang akan mengalirkan air panas ke jalan untuk mencairkan salju.
hiasan di depan toko sake
sama bunga sakura
kura yang dijadikan kios sayur
pada toko toko terdapat lambang dari aksara kuno yang melambangkan toko tersebut
with monic
romantis kan gue sama monic
setelah itu kami dibawa ke jalan yang sepanjanga jalannya terdapat bunga sakura. bunga sakura yang terdapat di jalan tersebut merupakan sakura yang jenis dahannya merunduk ke bawah sehingga seperti menggantung gantung.
pohon sakura
wege nya monic di jalan penuh sakura
me and wege
gila gilaan (yang lain fotonya gila banget jelek yang paling mending ini)
setelah puas berjalan jalan dan berfoto di jalan penuh pohon sakura ini, kami dijemput oleh keluarga homestay kami. kami melakukan homestay selama 2 malam dalam kelompok kelompok kecil. satu kelompok terdiri dari kurang lebih 5 orang. gue homestay di keluarga besar yang terdiri dari kakek, nenek, ibu, ayah, 2 anak perempuan dan seorang anak laki-laki. nenek yang mengurus kami sangat ramah. kami cepat menjadi akrab dengan anak bungsu keluarga tersebut yang bernama Otoha. awalnya Otoha sangat malu, namun tak lama kemudian ia sudah mau bermain bersama kami. masalahnya adalah, Otoha tidak paham kalau kami tidak begitu bisa berbahasa Jepang sehingga kadang omongan kami tidak nyambung.
pemandangan dari depan rumah homestay
berbelanja bersama okaa-san
hanami
panen
memasak masakan indonesia untuk keluarga homestay
membantu mencuci piring
sebelum berpisah
kelompok kami dan Otoha
me with otoha
kelompok kami dan keluarga homestay
me with fam :)
setelah dua malam kami tinggal di rumah keluarga Jepang, kami harus berpisah dan melanjutkan program kembali :' walaupun hanya sebentar tapi keramahan keluarga homestay ini sangat berkesan dan membuat kami tidak ingin berpisah. tapi kami harus melanjutkan kegiatan yang sudah dijadwalkan. setelah berpisah dari keluarga homestay kami berkumpul dengan kelompok besar untuk mendiskusikan bahan yang akan kami presentasikan pada penutupan acara. kami diminta menyajikan apa yang sudah kami pelajari selama di Jepang, dan bagaimana kesan kami. tentunya banyak sekali pengalaman baru yang gua baru dapat selama di Jepang.
setelah itu kami makan di restoran dan berjalan-jalan sebentar di sekitar restoran.
bis unyu
beli strawberry cakep bener
lalu kami kembali ke tokyo. sesampainya di tokyo gue sudah ditunggu oleh kakak gua yang dateng jauh jauh dari sendai buat ketemu. dia ngasih bermacam macam barang buat adik-adiknya, salah satunya ini:
permen bentuk kacamata harganya 1000yen katanya, yang belum dipake buat foto-foto dia jatuh dan pecah berkeping keping :'(
kemudian gue dan kakak gue pergi ke tokyo eki untuk berbelanja sekaligus mengantar kakak gue untuk pulang ke iwaki. namn rupanya sesampainya di tokyo eki toko-toko di sana sudah tutup sehingga gue hanya sempat membeli satu souvenir untuk adik gue. akhirnya gue pulang sendiri ke hotel. sssst... ini rahasia karena peraturannya bilang kami tidak boleh jalan-jalan sendirian. tapi Alhamdulilah gue nggak nyasar. sebetulnya sempet hampir nyasar. seritanya begitu turun di stasiun terdekat dengan hotel, gue lupa ke arah mana hotel nya, karena stasiun di jepang memiliki banyak entrance. akhirnya gua bertanya kepada seorang pengendara sepeda di dekat situ, namun awalnya mungkin dia salah tangkap karena perbedaan pronounciation dari tokyo east 21 hotel (orang jepang bacanya iisto nichijuu ichi hoteru) sehingga ia menunjuk ke arah yang salah. kemudian kami berpisah ke arah berlawanan. gue sudah jalan beberapa meter sampai kemudian orang tadi memutar balik dan menghampiri gue lagi, sepertinya ia baru saja menyadari maksud pertanyaan gue. akhirnya ia menunjukkan jalan yang benar sehingga gue tiba di hotel dengan selamat.
hari berikutnya yang merupakan hari terakhir kami di Jepang, kami pergi mengunjungi asakusa, yaitu daerah yang terdapat banyak kuil. selain itu, di asakusa juga terdapat pedestrian shopping, sepanjang jalan terdapat bermacam macam kios, mulai dari kios mainan, souvenir, hingga baju dan sepatu. gue membeli gundam di sini. di jalan menuju asakusa, kami melihat bangunan dengan bentuk aneh seperti ta*i tapi ternyata itu adalah busa bir. koordinator kelompok kami mr takagi menjelaskan bahwa itu merupakan desain terburuk karena orang-orang malah mengira itu adalah ta*i.
gundam yang dibeli di asakusa
gedung ta*i
foto-foto di asakusa
kemudian kami makan siang di tempat para pemain sumo makan. kami disajikan sepanci stew seafood yang lezat sekali dan makan hingga kenyang
makanan orang sumo
umbul umbul pesumo
setelah kenyang, kami pindah lokasi ke tokyo skytre. tokyo skytree adalah tower tertinggi di dunia (634m) dan struktur tertinggi ke dua di dunia setelah burj khalifa. dasar tokyo skytree berbentuk segitiga dan semakin ke atas akan semakin membentuk lingkaran hingga terbentuk lingkaran sempurna. desain ini mengadaptasi dari desain pedang jepang. tower ini sendiri dibangun untuk kepertuan broadcasting stasiun televisi, karena ketinggian stasiun tertinggi jepang sebelumnya di tokyo tower sudah banyak dilampaui oleh gedung gedung pencakar langit sehingga pemancaran gelombang terhalang. pada ketinggian 350 terdapat tembo deck, tempat orang dapat berkeliling melihat pemandangan kota tokyo. kemudian lebih tinggi lagi, pada ketinggian 450 meter terdapat tembo galleria yang juga merupakan tempat untuk melihat pemandangan. harga tiket keduanya berbeda tergantung ketinggian. untuk mencapai tembo deck, kami menaiki lift yang sangat cepat. pada tokyo skytree terdapat 4 lift dengan suasana empat musim. sat naik gue mendapat lift fuyu, musim dingin. saat turun gue mendapat lift dengan suasana haru, musim semi.
tiket naik ke tembo deck
lift bersuasana musim dingin
ketinggian 350 m di atas tanah
tokyo skytree
tembo deck
pemandangan dari ketinggian 350m
lift bersuasana musim semi
dengan kembalinya kami dari tokyo skytree, berakhirlah rangkaian perjalanan kami. di akhir acara, masing masing kelompok mempresentasikan temuannya selama di jepang.
sansan wakil kelompok A
kami akhirnya harus pulang. setelah bermalam di narita, keesokan paginya kami menurunkan koper-koper kami ke lobby dan pergi sarapan. lalu kami berpisah dengan koordinator kami dan langsung menuju bandara untuk pulang. kalau boleh, gue nggak ingin pulang. selain karena betah banget di Jepang, gue belum siap mengahdapi rutinitas kampus yang berat, belum lagi harus mengejar ketinggalan selama gue pergi. tapi apa daya, gak sanggup kabu juga, dan semuanya harus dihadapi. gue pulang.
paspor, yuk kita pergi lagi ke jepang
name tag yang tadinya polos jadi penuh kenang kenangan. dua jenis sakura yang berbeda, dan kepingan pipih entah apa namanya dari permainan tradisional Jepang yang diberikan oleh Otoha.
pengalaman baru, pengetahuan baru, teman-teman baru (mesik gak semuanya kenal, 96 bok) miss you all. semoga kita bisa bertemu di lain kesempatan.
sedikit intermezzo, waktu di narita, gue buru buru beli tokban, belum tahu yang boleh dimakan yang mana dan yang ga boleh yang mana, gue kira yang original halal jadi gue beli yang original. untungnya belum sempet makan gue dikasih tahu dari kakak gue itu gak boleh dimakan. wah merasa rugi bandar gua sih udah ngeluarin 14ooan yen. gak rela duit lenyap, akhirnya gue jual ke temen gue yang nonislam. untung ada yang mau beli. meskipun gue banting harga jadi IDR 120rb aja sih.
pokoknya mah, ini pengalaman gak terlupakan banget. kapan lagi coba dibayarin pemerintah jepang buat jalan jalan di negaranya. buat kalian yang juga mau mendapat kesempatan kayak ini, sila tunggu infona tahun depan. oiya, gue dapet link website yang sering menawarkan program program macem gini dari temen gue. yaitu:
1. www.opportunitydesk.org
2. www.studentcompetitions.com
3. www.heysuccess.com
semoga sukses!
dokumentasi: pribadi, monic, mbak uchy, shelvy, dan suci
































