hiro_2 tahun 9 bulan
waktu pertama kali hiro dibawa pulang ke rumah, 2 tahun 7 bulan lalu, hiro masihlah seekor kucing mungil yang polos dan menyenangkan. dia sangat lincah dan suka bermain. ia tidak bisa diam barang sedikit saja di dalam pelukan. lalu ia tumbuh besar dan mulai puber dan semuanyya berantakan.
seperti anak puber pada umumnya, hiro jadi tidak bisa diatur. dia kencing sembarangan di setiap sudut rumah untuk menandai wilayah teritorinya. ia jadi sering memaksa untuk keluar rumah. setiap pintu dibuka, ia langsung berlari menuju pintu mencoba kabur. kadang-kadang berhasil dan ia tidak pulang berhari hari. pulang-pulang badannya kurus, bulu-bulunya kotor oleh tanah dan ia babak belur karena berantem dengan kucing liar.
pada awalnya, kami semua miris melihat hiro yang pulang dalam keadaan seperti itu. karenanya kami terus berusaha mengurung ia di rumah. tapi semakin kami berusaha, hiro semakin ingin kabur. tampaknya yang kami lihat sebagai hal yang baik untuknya tidak baik baginya. ia menginginkan kebebasan. ia senang dengan keadaannya itu. ia bisa berantem dengan pejantan lain, kawin sana sini, dan pulang sesuka hati. itu panggilan hatinya sebagai makhluk merdeka.
akhirnya kami sadar itulah yang dia inginkan. kami mengikhlaskannya pergi bertualang sesuka hati. ia sudah besar, ia tahu yang terbaik baginya. ia pulang ketika lapar dan lelah, dan pergi lagi ketika ingin. kami tidak mencegahnya, ia dewasa. ia menghidupi hidupnya.
kira kira ini jugalah yang dirasakan remaja yang beranjak dewasa seperti kita. tapi kita bukanlah hewan yang tidak punya aturan. kita punya kebebasan yang bertanggung jawab. setiap kebebasan kita ada yang harus dipertanggung jawabkan. maka dari itu kita punya agama, kita mendengarkan nasihat, kita mengikuti peraturan, dan memperhatikan arahan. itu semua agar kita terhindar dari hal-hal yang akan merugikan kita di kemudian hari. mungkin saat iini kita merasakan tidak ada ruginya. tapi hidup berputar dan apa yang kita kerjakan sekarang punya konsekuensi di kemudian hari.
hiduplah dengan bebas, tapi batasi sendiri kebebasanmu. you know yourself best.
No comments:
Post a Comment